25 February 2022

Tahapan Persidangan Pidana Acara Biasa di Pengadilan Negeri

2/25/2022

 



1.   Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum (kecuali perkara tertentu yang dinyatakan tertutup untuk umum, misalnya perkara pencabulan, dll);

2.  Penuntut Umum diperintahkan untuk menghadapkan terdakwa ke depan persidangan dalam keadaan bebas;

3.    Terdakwa ditanya oleh Majelis Hakim apakah dalam keadaan sehat dan siap untuk diperiksa di depan persidangan (apabila menyatakan bersedia dan siap, maka sidang dimulai);

4.    Terdakwa diperiksa identitasnya dan ditanya pula oleh Majelis Hakim apakah sudah menerima salinan surat dakwaan;

5. Terdakwa kemudian ditanyakan apakah akan didampingi oleh Penasihat Hukum (apabila didampingi apakah akan membawa sendiri, apabila tidak membawa/menunjuk sendiri , maka akan ditunjuk Penasehat Hukum oleh Majleis Hakim dalam hal terdakwa diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih (pasal 56 KUHAP ayat (1));

6.  Kemudian Majelis Hakim memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk membacakan surat dakwaan.;

7.  Setelah pembacaan surat dakwaan, terdakwa ditanya apakah telah mengerti dan akan mengajukan eksepsi/keberatan terhadap surat dakwaan;

8.     Dalam terdakwa atau melalui Penasehat Hukumnya mengajukan eksepsi (jika ada), maka diberi kesempatan untuk penyusunan eksepsi/keberatan dan kemudian Majelis Hakim menunda persidangan;

9.   Setelah pembacaan eksepsi terdakwa, dilanjutkan dengan tanggapan Penuntut Umum atas eksepsi (jika ada);

10.  Selanjutnya Majelis Hakim membacakan putusan sela (jika ada eksepsi);

11.  Apabila eksepsi ditolak, maka persidangan dilanjutkan dengan acara pemeriksaan pokok perkara (pembuktian);

12.  Pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum (dimulai dari saksi korban, apabila perkara terdapat korban);

13. Dilanjutkan saksi lainnya (saksi memberatkan, saksi mahkota dan saksi meringankan). Terdakwa ditanya pula oleh Majelis Hakim atas keterangan saksi-saksi tersebut benar atau salah, jika ada yang salah, maka Terdakwa diberi kesempatan untuk menyangah keterangan saksi;

14.  Apabila ada saksi yang meringankan diperiksa pula, saksi ahli witness/expert;

15.  Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap terdakwa;

16. Setelah acara pembuktian dinyatakan selesai, kemudian dilanjutkan dengan acara pembacaan Tuntutan (requisitoir) oleh Jaksa Penuntut Umum;

17. Kemudian dilanjutkan dengan Pembelaan (pledoi) oleh terdakwa atau melalui Penasehat Hukumnya baik secara lisan ataupun tertulis;

18. Replik/tanggapan atau jawaban atas pembelaan terdakwa atau melalui Penasehat Hukum dari Penuntut Umum baik secara lisan maupun tertulis;

19. Duplik/tanggapan atau jawaban atas Replik Penuntut Umum dari terdakwa atau melalui Penasehat Hukum baik secara lisan maupun tertulis;

20.  Putusan oleh Majelis Hakim;

0 comments